Benahi Sistem Distributor Gas LPG 3 kilogram Di Daerah

306

SOLO – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi di Oktober lalu ternyata masih berdampak pada masyarakat di November ini. Menurut pantauan, terjadi antrian panjang di beberapa pangkalan, salah satunya di PT Sumber Wareh Prabowo di Jalan Veteran yang sudah banyak orang mengantri sejak pagi.

Ketua Hiswana Migas Solo Budi Prasetya mengatakan kondisi saat ini mungkin karena ketakutan masyarakat khususnya pelaku rumah tangga dan UMKM terhadap kelangkaan di Oktober lalu. Sehingga banyak sekali ibu-ibu atau pelaku usaha yang akhirnya memborong gas LPG 3 kilogram saat stok masih ada. “Untuk stok memang terbatas, tapi setidaknya cukup bagi kebutuhan masyarakat. Selain itu ini juga sudah memasuki musim hujan, seharusnya konsumsi sedikit lebih rendah dibanding musim kemarau. Namun, mungkin pola masyarakat yang berubah. Banyak yang datang langsung ke pangkalan. Biasanya dianter. Mungkin karena pengen cepet dapet banyak, kalau ditolak ya gak bisa,” jelas Budi saat ditemui di kantornya.

Ditambahkan Budi, Hiswana Migas Solo sudah melakukan koordinasi dengn pemerintah daerah yang bersangkutan. Hasilnya, Desember nanti akan ada penambahan, mengingat ada momen Hari Natal dan Tahun Baru. Namun, untuk jumlah pastinya Budi masih belum tahu. Pengajuan alokasi 2018 sudah diserahkan Hiswana Migas awal November. Dengan penambahan alokasi 15-20 persen dibandingkan 2017. Diakui Budi, Maret 2018 baru bisa terlihat jumlah realisasi dari Pertamina.

Disamping itu, Sales Executive LPG Soloraya, Adeka Sangtraga Hitapriya justru mengungkapkan ini dampak dari pangkalan yang menjual diatas HET. Pihaknya mengaku sudah melakukan survey kepada pangkalan yang sudah terdaftar, bahwa mereka menjual LPG 3 kilogram kepada pengecer yang berani memborong dengan harga yang lebih tinggi. Padahal kondisinya bulan lalu pasokan tidak melimpah. “Hal tersebut dimanfaatkan pengecer untuk membeli dengan harga Rp17 hingga Rp18 ribu pertabung. Sehingga mengakibatkan banyak pangkalan yang lari ke pengecer, sehingga masyarakat nyari di pangkalan gak dapet. Kita gak ada pengurangan, tetapi pengendalian. Agar di akhir tahun mencukupi, mengingat ada momen Natal dan Tahun Baru,” tandasnya.

Menurut data yang diberikan pihak Adeka, untuk Kota Solo, distribusi pasokan November ini sebanyak 705 ribu tabung. Dimana hal tersebut dalam kondisi normal. Selanjutnya untuk mengembalikan distribusi yang lancar, pihak Pertamina akan membenahi jalur distribusi, dimulai dari pembinaan di pangkalan. Jika sudah mendapatkan skorsing masih bertindak tidak sesuai aturan maka ijin akan dicabut. Kemudian dialihkan ke pangkalan yang terdekat atau membentuk pangkalan baru. Hingga September untuk wilayah Karanganyar, Wonogiri, Surakarta, dan Sragen sudah 68 pangkalan yang diputus ijinnya. Dimana alokasinya kemudian di handle oleh pangkalan yang tertib dan dekat dengan pangkalan yang dicabut. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here