Penyaluran LPG 3 Kg Dinilai Kurang Tepat Sasaran

230

SEMARANG – Pemerintah akan memanfaatkan basis data terpadu untuk memudahkan penyaluran elpiji ukuran tabung 3 kg atau subsidi di kalangan masyarakat. “Ke depan kami akan kerja sama dengan Kementerian Sosial, ini untuk memudahkan penyalurannya. Jadi kami menggunakan data keluarga miskin dari Kementerian Sosial,” kata Kepala Subdit Pengangkutan Migas Kementerian ESDM Republik Indonesia Nunuk Wiryawan, Rabu (1/11).

Ditambahkan, menurutnya hal ini penting untuk memastikan penyaluran elpiji 3 kg tepat sasaran di kalangan masyarakat. Dia mengakui selama ini penyaluran elpiji subsidi kurang tepat sasaran mengingat distribusi dilakukan secara terbuka sehingga banyak keluarga dari kalangan mampu yang menikmati fasilitas subsidi tersebut. Pihaknya mengatakan untuk data dari Kementerian Sosial tersebut khusus untuk konsumen rumah tangga, sedangkan data UMKM penerima subsidi bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Teguh Dwi Paryono mengatakan, mengenai kelangkaan elpiji yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah akhir-akhir ini bukan karena tidak adanya barang tetapi karena tidak sempurnanya distribusi.

Terkait dengan koordinasi antar kementerian untuk menyamakan data penerima elpiji subsidi tersebut, dikatakannya, hal itu sangat baik. Meski demikian, pihaknya pesimistis upaya tersebut akan terealisasi di tahun 2018. Berdasarkan data penyaluran elpiji 3 kg di Jawa Tengah, dikatakannya, dari kuota 311.000.000 tabung untuk tahun 2017 sejauh ini baru terealisasi 70 persen sehingga masih ada sisa kuota hingga akhir tahun ini. “Dalam hal ini rantai distribusi seharusnya selesai di pangkalan, mengenai keberadaan pengecer, mereka ini adalah pelaku ekonomi yang ingin mengambil keuntungan di situ. Pada akhirnya mereka tidak menjualnya sesuai HET,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Manajer Gas Dom Pertamina Jateng dan DIY Anggora Dini mengatakan masih banyak penggunaan elpiji subsidi yang tidak tepat sasaran. Meski demikian, ia menyatakan Pertamina siap mendukung apapun yang menjadi kebijakan pemerintah termasuk upayanya agar penyaluran subsidi tersebut tepat sasaran.

“Kami dalam masa transisi antara Perpres mengenai konversi dimana penerima elpiji 3 kg adalah untuk semua rumah tangga dan UMKM, tetapi seiring dengan berjalannya waktu seharusnya kepada yang berhak,” pungkasnya. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here