Meikarta Topping Off Dua Tower Senilai Rp1 Triliun

258

JAKARTA– Kelompok usaha nasional Lippo, Kamis (26/10) mengumumkan akan melakukan Topping Off dua Tower pertama Meikarta pada 29 Oktober 2017.

Dua Tower ini merupakan gedung tertinggi di Koridor Bekasi-Cikampek, dan merupakan dua tower pertama dari lebih dua ratus tower di Meikarta yang sedang dan akan dibangun beberapa tahun kedepan.

Dua tower senilai Rp1 triliun tersebut, dibangun dengan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) No.503/096/B/BPMPPT yang terletak di Meikarta CBD. Kegiatan topping off ini  merupakan bentuk nyata dimulainya pembangunan kotabaru Meikarta.

Meikarta merupakan proyek dengan total nilai melebihi Rp278 Trilliun.  Proyek ini merupakan investasi Lippo yang terbesar yang pernah dikerjakan selama 67 tahun dari sejarah berdirinya.

Terletak di kawasan Meikarta diyakini akan menjadi kawasan segitiga emas baru di Koridor Timur Jakarta karena berlokasi tepat di jantung area antara Lippo Cikarang, Delta Mas dan Jababeka serta memiliki akses gerbang tol tersendiri yaitu exit tol Cibatu.

Berlokasi di jantung ekonomi Indonesia, yaitu koridor Jakarta-Bandung, membuat Meikarta akan menjadi sebuah pusat ekonomi baru. Saat ini 60 persen ekonomi nasional Indonesia berada di kawasan Jakarta-Botabek-Bandung. Dan 70 persennya berada di pusat Bekasi-Cikarang dengan penduduk yang akan mencapai 15 juta dalam waktu 20 tahun ke depan.

Di kawasan ini juga menjadi pusat dari keseluruhan industrialisasi nasional. Ribuan perusahaan raksasa nasional dan multi-nasional berbasis di dalam koridor. Dengan kondisi tersebut kawasan Meikarta juga pusat talent dan sumber daya manusia trampil, terpelajar, bekerja dan berhuni.

Koridor timur Jakarta, saat ini telah menjadi pusat perhatian pemerintah pusat, dengan dilakukannya pembangunan infrastruktur di kawasan ini, seperti

Kereta api cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung dengan investasi Rp65 trilliun, pembangunan Patimban Deep Seaport bernilai Rp40 trilliun, pembangunan lapangan terbang baru ‘Kertajati International Airport’ bernilai Rp23 trilliun, pembangunan APM Monorail menyatukan tujuh kota baru di sekitar Meikarta, dan pembangunan tol Jakarta-Cikampek Elevated Highway bernilai Rp16 trilliun.

Kedepan, dengan tersedianya semua infrastruktur ini, akan menjadikan koridor-Bekasi-Cikarang-Bandung sebagai pusat ekonomi terpenting di seluruh tanah air.

Meikarta dikembangkan dengan Infrastruktur dan fasilitas yang dibangun berskala dan bertaraf kualitas dunia, seperti tujuh pusat perbelanjaan mal dan komersial dengan total luas 1,500,000 meter persegi, pusat kesehatan dan rumah sakit internasional, pusat keuangan internasional (International Financial Center),sepuluh hotel internasional berbintang lima, perpustakaan nasional (national library), Opera theatre & art centre, seratus SD internasional dan nasional, dan lima puluh SMP/SMA nasional dan internasional. Ada juga tiga universitas nasional, pusat riset industri, international exhibition centre, dan indonesian silicon valley.

Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya mengatakan, “Topping off ini merupakan bentuk komitmen kami kepada para pembeli, bahwa kami membangun Meikarta ini dengan kecepatan tinggi. Setelah topping off dua tower ini, kami akan melanjutkan dengan pembangunan tower-tower berikutnya, sesuai dengan master plan yang ada. Kedepan, Lima puluh gedung sudah akan mulai siap dihuni pada bulan Desember 2018. Kedepan Meikarta Diharapkan dan diperkirakan akan menjadi bagian dari solusi kemacetan, kepadatan dari Ibukota Jakarta. Meikarta dikelola dengan prinsip visi, keberanian, pengelolaan solid, kecepatan dan sistim keuangan yang sehat,” kata Ketut.

Sementara, Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga mengungkapkan, dalam industri properti nasional, pembangunan Meikarta diharapkan mampu memberikan dorongan kepada industri properti nasional yang dalam beberapa tahun mengalami perlambatan. Mengutip Data dari Indonesia Properti Watch menunjukkan, kuartal I tahun 2017 pertumbuhan industri properti naik 5,7 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang minus 24 persen. “Dengan hadirnya Meikarta, kami yakin akan memberikan stimulus untuk industri properti untuk bisa kembali berkembang,” ungkapnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menuturkan, “Saya telah keliling menyaksikan  pembangunan hunian modern baik di Jakarta, Jawa Barat,  Jawa Timur dan Jawa Tengah bisa ditarik kesimpulan bahwa pembangunan hunian yang memperhatikan lingkungan saya kira yang terbaik adalah Meikarta,” tutupnya. (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here