Jelang Pernikahan Putri Presiden, PLN Surakarta Pastikan Jaringan Listrik Lancar

262

SOLO – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Surakarta memastikan keandalan listrik selama pelaksanaan pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu tidak akan terjadi.

Manager Area PLN Area Surakarta, Leonardo Buntoro, menyampaikan kendalan listrik tersebut tidak hanya untuk lokasi pelaksanaan resepsi pernikahan dan kediaman Presiden tapi juga seluruh wilayah Soloraya. Hal ini mengingat banyak tamu yang datang dan dipastikan banyak hotel yang penuh. Apalagi akan banyak media massa nasional maupun internasional yang datang untuk meliput acara tersebut.

“H-3 sampai H+3 pelaksanaan pernikahan putri Presiden diupayakan tidak akan ada pemadaman karena perbaikan jaringan. Oleh karena itu, diupayakan tidak akan ada pemeliharaan yang menyebabkan pemadaman,” ungkap Leo saat ditemui wartawan seusai perayaan Hari Listrik nasional (HLN) di Kantor PLN Area Surakarta, Jumat (27/10).

Oleh karena itu, dia mengungkapkan saat ini inspeksi jaringan lebih diintensifkan untuk memastikan tidak ada jaringan yang rusak ataupun gangguan dari pohon. Tak hanya petugas area Surakarta yang siaga, petugas, alat, dan kendaraan dari area lain pun ikut disiagakankan apabila dibutuhkan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan jaringan lebih cepat.

Dia memprediksi akan ada peningkatan konsumsi listrik selama pelaksanaan acara tersebut. Hal ini mengingat kegiatan produksi usaha masih tetap berjalan ditambah hotel yang ramai. Beban puncak malam pada 6 hibgga 8 November diperkirakan lebih dari 700 megawatt (MW).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan jumlah pemadaman listrik di tahun ini turun sekitar 30 persen hingga September jika dibandingkan tahun lalu. Sedangkan khusus bulan lalu, penurunan gangguan mencapai 45 persen dari bulan yang sama di tahun lalu. Penurunan ini terjadi karena inspeksi dilakukan rutin setiap hari dan setiap laporan kerusakan atau permasalahan jaringan langsung ditindaklanjuti.

Selain itu, PLN juga mengembangkan layanan untuk memudahkan masyarakat melalui PLN mobile. Ada juga aplikasi pengaduan dan keluhan terpadu (APKT) mobile sehingga bisa memantau perjalanan petugas akan akan melakukan perbaikan. Masing-masing tim petugas teknis juga dilengkapi tablet supaya aduan yang masuk bisa direspons lebih cepat. “APKT dilaunching hari ini secara nasional. Di Soloraya ada 55 tim teknik jadi ada 55 tablet yang dilengkapi APKT supaya respons dan penanganan menjadi lebih cepat,” pungkasnya. (gis/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here