BPJS Ketenagakerjaan Dorong Jaminan Pensiun Pada Perusahaan

246

SOLO –  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mensosialisasikan program jaminan pensiun bagi tenaga kerja kepada sejumlah perusahaan.

Kepala Divisi Pengelolaan Kepesertaan, Zainudin mengatakan, jaminan pensiun baru dimulai 1 Juli 2015 lalu. Pihaknya terus mensosialisasikan hal tersebut khususnya kepada para pengusaha dibantu oleh stakeholder terkait. Dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan keuntungan dapat diperoleh tiga pihak, yaitu pemerintah, perusahaan, dan tenaga kerja. “Saya menyebutnya ‘win, win, win solution’, yang artinya pemerintah dan perusahaan melakukan kewajiban telah melaksanakan tugasnya karena memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan mereka juga memperoleh keuntungan karena diikutsertakan pada jaminan pensiun ini,” urai Zainudin kepada wartawan disela sosialisasi di Hotel Alila Solo, Kamis (26/10).

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, Zainudin mengungkapkan, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan secara keseluruhan hingga saat ini sekitar 48 juta peserta dengan jumlah perusahaan sekitar 450 ribu perusahaan. Dari total peserta, yang aktif hanya 24 juta peserta. Dan dari peserta yang aktif baru 14.500.000 peserta yang sudah memiliki program jaminan pensiun.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Pengawasan Norma Jamsostek Kementerian Ketenagakerjaan, Sri Astuti mengatakan terus melakukan pembinaan melalui nota pemeriksaan terhadap perusahaan yang belum mengikuti jaminan pensiun. “Kalau masih bandel akan kami layangkan nota pertama, jika tujuh hari setelahnya belum ada respon akan kami ingatkan dengan pemberian nota pemeriksaan yang kedua. Selanjutnya kalau masih tidak ada respon akan kami panggil. Selain itu kami juga tanya apa kendalanya kok sampai sekarang belum ikut. Jadi tidak serta merta kami hentikan pelayanan publiknya meski itu sebetulnya adalah kewenangan pengawas,” tandasnya. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here