Pendapatan Bea dan Cukai Kota Solo Meningkat

309

SOLO – Pencapaian bea dan cukai Kota Solo menunjukkan hasil positif. Setiap tahunnya target untuk pabean dan cukai selalu meningkat. Grafik peningkatan paling tinggi di setiap akhir tahun, karena banyak pihak yang baru melunasi diakhir tahun.

Kasub Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Kota Solo, Sofyan Setiawan mengatakan untuk Kota Solo, kawasan berikat  hingga saat ini terdapat 63 kawasan berikat.

“Banyak investor dari Jabodetabek yang beralih ke Kota Solo dan sekitarnya. karena disini UMR nya masih Rp1,5 juta. Rata-rata yang mengajukan itu untuk produksi garment. Untuk kawasan berikat ini, Solo dan sekitarnya masih sangat potensial. Karena masih banyak kawasan yang luas. Klaten saat ini ada 12 kawasan, Sukoharjo terdapat 1 kawasan, dan yang terbanyak di Boyolali. Hampir semuanya garment,” tutur Sofyan kepada wartawan, Senin (23/10).

Terkait evaluasi penerimaan pajak bea dan cukai, diakui Sofyan memberikan hasil baik. Hampir setiap bulannya mencapai target hingga 100 persen. Untuk 2017, hingga September capaian Pabean sebesar Rp18 miliar dari target tahunan Rp9,5 miliar. Sedangkan untuk pencapaian cukai sebesar Rp895 miliar dari target tahunan Rp1,5 triliun. Untuk pendapatan cukai, tembakau masih memimpin dengan besaran Rp867 miliar hingga September.

Terkait cargo pesawat, Sofyan mengungkapkan untuk pengiriman ekspor hanya beberapa barang yang dikenakan pajak, yaitu rotan, kulit, dan lainnya. Berbeda jika penerimaan import yang pajaknya dikenakan disemua barang impor.

“Kalau untuk Kota Solo sendiri pengiriman ekspor yang terkena pajak memang belum ada. Kebanyakan melalui Tanjung Priuk atau bahkan langsung ke Cengkareng. Sehingga pencatatannya kesana. Namun untuk import cukup banyak. Karena banyak pengusaha yang masih menggunakan bahan baku import,” pungkasnya. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here