Melimpahnya Panen Bawang Tak Pengaruhi Harga Pasar

191

SOLO – Sejak sebulan panen bawang di Brebes berlimpah, dan ternyata tidak memberikan pengaruh kuat di pasaran.

Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Legi, Sri Lestari mengatakan hampir dua pekan ini harga bawang merah naik. Jika sebelumnya di harga Rp12 ribu per kilogram, kini menjadi Rp15 ribu per kilogram. Panen raya di Brebes diakui Sri tidak ada pengaruh yang begitu tinggi. “Itukan panennya sudah satu bulanan ini. Kalau awal panen kemarin sih memang turun, jadi Rp12 ribu. Tapi karna kemudian mengalami penyusutan trus banyak yang kering otomatis stok kembali turun. Harganya juga jadi tinggi. Yang menentukan harga itu kan dari pengepul. Karena mereka yang langsung beli,” urai Sri, kemarin (20/10).

Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi stok harian. Sri Lestari masih bertahan di 1 ton bawang merah perharinya. Unuk harga bawang putih justru ada penurunan, dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp18 ribu perkilogram. Untuk harga bawang bombay masih cukup stabil di Rp10 ribu per kilogram. Digarapkan kenaikan harga bawang ini lambat laun menurun. Pasalnya kondisi pasar juga tidak terlalu ramai.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Sukatmi yang mengaku haga bawang merah menjadi Rp16 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp14 ribu perkilogram. Kemudian untuk bawang putih cutting dikisaran Rp17 ribu dari sebelumnya Rp18.500 per kilogram. Diakui Sukatmi, stok yang diambilnya memang dari Brebes, namun banyaknya panen ternyata tidak berimbas ke pasar tradisional Kota Solo. Justru harganya meningkat. “Untuk stok saya cuma ambil 1 karung dengan berat 60 kilogram saja. Kondisi yang sepi membuat penjualan bawang juga sedikit. Satu karung saja bisa sampe 5 jari baru habis. Untuk bawang merah memang kuat selama seminggu, setelah itu mengalami penyusutan,” pungkasnya. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here