Penjualan Emas Antam Alami Pertumbuhan

129

SOLO – Harga emas yang fluktuatif ternyata tetap menjadi perhatian masyarakat. Layaknya harga saham, harga emas pun juga mengalami naik turun. Pegadaian memberikan harga dasar logam mulia Antam bersertifikat per 16 Oktober sebesar Rp637 ribu per 1 gram.

Kepala Pegadaian Cokronegaran, Sumarmi mengatakan penjualan logam mulia 2017 meningkat 15 persen dibandingkan 2016. Terdapat tiga cara penjualan logam mulia yang dilakukan oleh pegadaian. Untuk penjualan logam mulia melalui tabungan emas, sampai saat ini terjual 7.424 gram dengan nilai Rp4.152.805.537 dari 3.343 nasabah. “Kemudian yang kedua penjualan logam mulia melalui Galeri 24 atau pembelian secara tunai. Menurut data yang saya himpun sudah terjual sebanyak 6.689 gram dengan nilai Rp3.826.802.650 dan dengan 521 nasabah. Kemudian untuk penjualan logam mulia secara kredit terjual 2.088 gram dengan nilai Rp1.230.667.200 dengan 400 nasabah,” urai Sumarmi, Rabu (18/10).

Ditambahkan, sampai saat ini tabungan emas menjadi salah satu cara penjualan logam mulia antam yang paling banyak. Hal ini dikarenakan nasabah bisa menabung emas dengan harga paling murah, yaitu Rp5 ribu atau senilai 0,01 gram emas. Sedangkan untuk nasabah diakui Sumarmi cukup merata. Namun, beberapa waktu ini banyak pelajar yang mulai membuka tabungan emas. Disamping para pedagang atau pekerja pabrik. Selain itu, jika tabungan dirasa sudah banyak dan ingin diambil, bentuk hasil tabungannya bisa berbentuk uang maupun berbentuk emas yang sudah dicetak.

Untuk tabungan, Pegadaian selama ini menggunakan harga khusus dan lebih murah. Harga yang digunakan merupakan harga bahan baku emas. Berbeda dengan penjualan galeri 24 tunai dan kredit. Untuk Pegadaian Cokronegaran, penjualan tunai lebih tinggi dibandingkan kredit. Hal ini dikarenakan Pegadaian Cokronegara memiliki stok logam mulia yang stabil. Sehingga begitu ada nasabah ingin membeli bisa langsung mendapatkan emas. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here