Tinggi Permintaan, Gas Elpiji 3 Kg Langka di Pasaran

206

SOLO – Salah satu pangkalan elpiji di Kota Solo menyatakan permintaan elpiji melon oleh masyarakat meningkat beberapa minggu terakhir ini.

Kondisi tersebut juga dirasakan, Agung pemilik Toko 56 yang berada di Jalan dr Rajiman. Dia mengatakan pada hari normal permintaan biasanya mencukupi untuk kebutuhan selama pengiriman kembali dilakukan, namun saat ini stok elpiji di pangkalan miliknya kosong. Dalam satu minggu pihaknya mendapat tiga kali pengiriman, yaitu Senin, Kamis, dan Sabtu. “Sebetulnya kalau hanya untuk kebutuhan masyarakat sekitar, elpiji yang dikirimkan ke pangkalan saya mencukupi. Entah kenapa untuk saat ini kok tiba-tiba ada peningkatan dari konsumen, sepertinya ini konsumen dari luar daerah,” ujar Agung, Kamis (12/10).

Sementara itu, kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram yang terjadi disejumlah pedagang pengecer di kota Solo sejak beberapa hari terakhir tidak dianggap serius oleh PT Pertamina. Alasannya pedagang ditingkat pengecer bukan masuk dalam kewenangannya, sehingga kelangkaan itu tidak bisa dijadikan sebagai acuan bahwa  elpiji subsidi yang didistribusikan kepada masyarakat kurang. “Kalau untuk kelangkaan ditingkat pengecer kosong ya kita tidak tahu, tapi kalau memang kondisinya demikian ya berarti pangkalan-pangkalan itu sudah bisa melayani langsung ditingkat end user yang layak mendapatkan subsidi,” kata Area Manager Communication and Relation Pertamina Jawa Bagian Tengah, Andar Titi Lestari.

Menurutnya, elpiji subsidi memang seharusnya hanya untuk masyarakat kurang mampu. Sehingga kalau acuannya kepada pedagang pengecer dianggapnya kurang tepat. Mengingat para pedagang itu selama ini menjualnya secara bebas kepada masyarakat, bahkan tak sedikit yang menawarkan harga melebihi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan dari Pertamina. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here