Komitmen ICA Soloraya Angkat Kuliner Daerah

262

SOLO – Untuk pertama kalinya, ICA Soloraya mengadakan gatering bersama dengan seluruh ICA Jawa Tengah, Pemerintah Kota, dan Para General Manager Hotel Solo sekitarnya.

Mengangkat tema “Kuliner Solo Menuju Budaya Keplek Ilat” tersebut digelar di Swiss Bell-in Saripetojo Hotel yang menghasilkan komitmen bersama bagi para chef dan stakeholder.

Ketua BPC Indonesia Chef Association (ICA) Soloraya, Tunjung Lukito mengatakan, acara tersebut menjadi wadah silahturahmi untuk ICA Soloraya dengan ICA di berbagai daerah khususnya Jawa Tengah. Selain itu juga membangun link dan sinergi antara chef, general manager hotel dan stakeholder yang berkaitan. Dan ini menjadi kesempatan ICA untuk memperkenalkan Kota Solo kepada tamu luar daerah. “Tahun depan menjadi kesempatan ICA Soloraya untuk menjadi tuan rumah Rakernas ICA seluruh Indonesia. Dengan adanya program nasional tersebut, menjadi kesempatan kami untuk terus mengangkat kuliner dan budaya Solo agar lebih dikenal. Kuliner lokal yang mengglobal, itu tujuan kami. Sehingga nanti yang disajikan tentu makanan-makanan khas,” kata Lukito belum lama ini.

Ditambahkan, lewat acara ini banyak sekali keuntungan yang diberikan, di antaranya  link dan sharing. ICA soloraya tak hanya  bisa diikuti oleh Chef saja, melainkan pelaku kuliner yang benar-benar konsen ke kuliner. “Bagi semua pecinta kuliner dan memiliki visi misi untuk memajukan kuliner, ayo gabung ke kami. Kami sangat membuka diri bagi semua pelaku kuliner. Kita harus kerjasama untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” tambahnya.

Dalam acara tersebut hadir pula Ketua BPD ICA Jawa Tengah, Hendro Purwanto yang sangat mendukung ICA Soloraya dalam langkahnya memajukan kuliner daerah. Chef merupakan artis yang membuat menu makanan. Karena di dalam sebuah sajian menu terdapat karakteristik tak hanya bumbu, tetapi juga tampilan atau sentuhan art yang menggoda. ICA hadir juga sebagai pihak yang memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengolah makanan yang sehat. Serta informan atas argumen yang perlu dipertanggungjawabkan. Seperti tengkleng, semua daerah pasti ada masakan tengkleng. Namun, tengkleng solo itu spesial. Dari bumbunya, olahan masaknya, hingga taste yang diberikan. Serabi Solo juga adanya hanya di kota Solo. Ini yang akan menjadi ikoniknya. Memadukan kuliner dengan budayanya,” pungkasnya. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here