Cegah Penipuan, OJK Berikan Edukasi Mengenai Biro Haji dan Umroh

171

SOLO – Maraknya biro umroh ilegal yang merugikan calon jemaah baik umroh maupun haji menjadi perhatian penting terutama bagi Otoritas Jasa keuangan (OJK).

Bersama dengan kepolisian beserta Kementerian Agama Surakarta, OJK Solo memberikan sosialisasi mengenai waspada biro umroh dan haji di beberapa daerah, salah satunya Kelurahan Sangkrang, Sabtu (29/9) lalu.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Solo, Laksono Dwionggo mengatakan, OJK tidak hanya memperhatikan investasi saja melainkan juga pihak-ihak yang merugikan masyarakat, salah satunya mengenai biro umroh dan haji. Dan di Kota Solo sendiri menjadi daerah yang tak lepas dari dampak penipuan atau penggelapan dana masyarakat yang mengatas namakan biro umroh dan haji. “Kami ingin menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat terhadap pemerintah. Bahwa OJK hadir untuk melindungi mereka dari investasi ataupun agen-agen pembayaran yang merugikan. Maraknya masalah penipuan biro umroh dan haji yang ada di nasional ternyata juga merembet di daerah, hal ini perlu dicegah sebelum melebar. Sehingga warga Solo dan sekitarnya bisa lebih kritis,” kata Laksono kepada wartawan, kemarin.

Sementara itu, Penyelenggara Haji dan Umroh Kementrian Agama Kota Surakarta, Rosyidi Ali Safitri mengungkapkan masyarakat harus lebih percaya kepada lembqga institusi yang ada, dalam hal ini Kementerian Agama. Sehingga sosialisasi yang diberikan dapat mengurangi korban penipuan. Selain itu masyarakat harus lebih teliti dan kritis terhadap biro, terlebih bagi biro yang memberikan harga dibawah standar. Karena pergi umroh maupun haji itu bukan hanya ke luar kota melainkan pergi ke luar negeri. “Calon jemaah sebaiknya menanyakan sejumlah hal secara detail, seperti menginapnya dimana, bintang berapa, akomodasi dan lainnya. Kemudian juga visa harus dipastikan. Visa itu paling lama satu minggu. Serta tanyakan surat ijinnya. Nah ini yang harus dipastikan. Jangan tergiur dengan biaya murah. Tidak ada dibawah Rp 20 juta, tiket pesawat Solo-Jeddah (pp) aja sudah Rp15 juta,” ujar Rosyidi.

Ditambahkan, di Solo pihaknya sedang mengawasi 3 biro agar tidak memakan korban lagi. Untuk Kota Solo terdapat 4 kantor pusat biro umroh dan haji dan 11 cabang biro umroh dan haji yang kantor pusatnya di Jakarta. Dia masih terus mendorong cabang biro yang ada di daerah untuk segera memiliki ijin sendiri, agar lebih enak dalam pengawasan serta menjaring jamaah. (cha/dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here