Festival Lereng Telomoyo Astra, Bangkitkan Ekonomi Kreatif Desa Tanon

394

SEMARANG– PT Astra International Tbk bersama Desa Wisata Tanon atau yang dikenal “Desa Menari” untuk pertama kalinya menggelar Festival Lereng Telomoyo Kampung Berseri Astra Tanon Ngrawan pada Minggu (1/10).

Festival yang berlangsung selama dua hari tersebut diharapkan dapat menjadi magnet dan kalender even tahunan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dan mampu mengangkat pamor wisata budaya di kawasan Lereng Telomoyo dan kawasan Gunung Merbabu.

istimewa

Diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti dolanan tradisional, pementasan teater, pentas kesenian rakyat dan sarasehan budaya, festival ini mendapatkan respons positif dari masyarakat sekitar. Selain merekatkan para pekerja seni di Kabupaten Semarang, Festival Lereng Telomoyo juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Festival ini diikuti oleh 13 desa di Kecamatan Getasan dan 1 desa di Kecamatan Tengaran serta mahasiswi seni Universitas Negeri Semarang, serta Teater Sirat IAIN Surakarta berlangsung sukses. Festival Lereng Telomoyo  iinisiasi oleh Trisno, salah satu penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2015 dalam kategori lingkungan, merupakan festival dolanan tradisional pertama di Kabupaten Semarang.

Trisno merupakan contoh pemuda yang menjadi teladan bagi kampungnya, dan berhasil menjadi inspirasi banyak orang. Pria kelahiran 12 Oktober 1981 ini mulai mengembangkan Desa Menari sejak tahun 2009 lalu. Diakuinya, desanya dulu kumuh, miskin, bahkan sering menjadi olok-olok daerah sekitar.

Termasuk banyak paradigma di desa-desa sekitar untuk tidak menikah dengan orang yang berasal dari Kampung Tanon karena mereka miskin dan kemiskinannya dianggap dapat menular. Trisno berhasil mengubah paradigma tersebut dan menjadikan Desa Tanon menjadi sebuah desa wisata yang selalu hadir kemeriahan.

Awalnya, desa yang dihuni oleh 43 kepala keluarga dan 143 jiwa itu sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak sapi perah. Desa yang semula sepi dan sulit dijangkau, kini semakin ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dan pada 9 November 2016, Desa Wisata Tanon mulai dibina menjadi Kampung Berseri Astra (KBA).

Desa menari dipilih sebagai KBA karena memiliki aspek-aspek yang sejalan dengan 4 pilar Corporate Social Responsibility (CSR) Astra, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan. “Kami memilih untuk  mengadakan festival dolanan tradisional karena ini akan menjadi yang pertama di Kabupaten Semarang. Sebaliknya, festival budaya merupakan sesuatu yang umum dan sudah sering dilakukan. Kami berharap festival ini akan membangkitkan kembali makna kearifan lokal yang mulai pudar. Karena itulah yang menjadi cikal bakal kami dalam membangun Desa Menari,” ungkap Trisno.
(dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here