Dompet Dhuafa dan BWI Hadirkan Rumah Sakit Mata Berbasis Wakaf

318

SERANG– Sejumlah wilayah di Indonesia, seperti NTB, Jabar dan Sulsel didapatkan prevalensi  kebutaan pada masyarakat usia > 50tahun adalah 3,2%.Bahkan, sekitar 1,5 persen dari dua juta penduduk Indonesia menderita katarak dan setiap tahunnya sebanyak 240 ribu orang terancam mengalami kebutaan. Demikian hasil survei kebutaan menggunakan metode Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2013 hingga 2014 di tiga provinsi tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa menganggap penting adanya peningkatan fasilitas kesehatan mata untuk masyarakat lewat soft launching Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi, Taktakan, Serang, Banten, Kamis (28/9).

Terletak diatas sebidang tanah seluas  2.348 meter persegi diwakafkan oleh Ibu Hj. Ifa Fatimah kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Dalam perkembangannya, BWI menggandeng Yayasan Dompet Dhuafa Republika dalam pendirian dan pengelolaan rumah sakit mata tersebut. “Kami ingin tunjukkan kepada masyarakat bahwa wakaf bukan hanya bisa untuk mendirikan masjid, madrasah, dan kuburan, tetapi juga bisa untuk mendirikan rumah sakit. Kami pun ingin wakaf mempunyai peran dalam mendekatkan masyarakat kepada fasilitas dan layanan kesehatan,” kata Syibli Suarjaya, Wakil Ketua Badan Pelaksana BWI.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan juga antusias dengan kehadiran RS khusus mata ini. “Kehadiran RS Mata Serang adalah sejarah pertama kali kerjasama nazir BWI dan Dompet Dhuafa. Ini menjadi momentum pengelolaan wakaf produktif di Indonesia yang memastikan amanah  agar asset wakaf tersebut memberikan pahala sepanjang masa bagi muwakif,” tutur Imam.

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga. Selama 24 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here