BPR Inovatif, Hadirkan Layanan Berbasis Aplikasi

374

SOLO – Perkembangan dunia digital yang semakin meningkat perlu diperhatikan oleh semua orang. Bahkan kemajuan teknologi untuk kepentingan jasa juga menjadi inovasi yang harus dipersiapkan.

Layanan Financial Technologi (Fintech) ternyata menjadi sorotan dari pelaku Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Menyikapi kondisi tersebut, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Soloraya coba melakukan terobosan dengan ikut menyediakan layanan berbasis aplikasi untuk memudahan para nasabah.

Ketua Perbarindo Komisariat Soloraya, Azis Soleh sedikit membocorkan, dalam aplikasi yang diberi nama Go BPR tersebut nantinya bisa terkoneksi dengan semua website milik BPR di Soloraya. Sehingga ketika nasabah masuk di aplikasi yang disediakan itu, mereka akan dapat mengetahui BPR terdekat dari tempat asalnya. “Sekarang aplikasi itu sedang kita persiapkan. Kita juga tidak boleh menutup mata dengan teknologi yang semakin meningkat. Banyak gaya hidup orang yang saat ini telah bergeser ke online. Ini yang harus diperhatikan, agar nasabah pun juga merasa nyaman dan aman. Dalam waktu dekat akan segera kita rilis,” jelas Azis, Kamis (28/9).

Langkah yang dilakukan itu, lanjut Aziz merupakan terobosan dan salah satu upaya BPR untuk mengikuti tren yang sedang berkembang ditengah masyarakat.

Karena kalau tidak mampu menyesuaikan, ditakutkan BPR akan semakin jauh tertinggal dengan layanan Fintech yang sekarang ini sedang menjamur.

Ditambahkan Azis, semangat aplikasi memang untuk memudahkan nasabah. Bahkan dalam aplikasi ketika calon nasabah ingin membutuhkan pelayanan, bisa mendapat pilihan. Baik mau datang ke kantor atau petugas yang datang kerumah.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Solo Laksono Dwionggo mendukung dengan adanya program tersebut. BPR harus mulai membuka diri untuk kemajuan teknologi.

Hal ini tentu akan menjadi nilai lebih bagi BPR yangbasa selama ini. Berbicara mengenai pembiayaan kredit murah, diakui Laksono sudah ada beberapa BPR milik pemerintah yang mengajukan program kredit dengan bunga murah. “Hal ini juga untuk melawan rentenir, dimana kinerja rentenir itu sangat mencekik nasabah. Dengan bunga murah tentu akan banyak nasabah yang akan memilih BPR daripada rentenir,” pungkasnya. (cha/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here