Punya Panjang 40,5 KM, Tol Jombang-Mojokerto Resmi Beroperasi

385

JOMBANG– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Minggu (10/9) meresmikan beroperasinya secara penuh jalan tol Jombang-Mojokerto yang dikelola PT Marga Harjaya Infrastruktur (Astra Infra Toll Road Jombang-Mojokerto).

Didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basoeki Hadimoeljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, beserta Direktur Astra International Paulus Bambang Widjanarko dan Presiden Direktur PT Astatel Nusantara Irawan Santoso peresmian berjalan lancar.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendengarkan penjelasan dari Ketua Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna mengenai perkembangan pembangunan tol Trans Jawa yang di dalamnya termasuk tol Jombang-Mojokerto yang dikelola oleh PT Marga Harjaya Infrastruktur (ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto) didampingi oleh Presiden Direktur Marga Harjaya Infrastruktur Wiwiek D. Santoso di gerbang Tol Mojokerto pada hari Minggu (10/9). istimewa-dok Astra

Jokowi mengatakan, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol merupakan hal fundamental untuk bersaing dengan negara lain. “Kalau tidak segera dibangun, biaya menjadi mahal dan kita akan kalah bersaing dengan negara lain. Dan PT Marga Harjaya Infrastruktur merupakan bukti nyata swasta turut berperan langsung dalam pembangunan infrastrukur nasional,” tutur Presiden saat sambutan meresmikan Tol Jombang-Mojokerto.

Dijelaskan, jalan tol sepanjang 40,5 kilometer ini dapat beroperasi penuh setelah pembangunan seksi 2, 3 dan 4 tol ini rampung pada Agustus 2017. Tol Jombang-Mojokerto ini akan menghubungkan bagian barat Kabupaten Jombang dengan bagian utara Kabupaten Mojokerto (Desa Penompo). “Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, seperti pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta masyarakat Jombang Mojokerto yang telah mendukung penyelesaian pembangunan tol ini.” ujar Wiwiek D. Santoso, Presiden Direktur PT MHI.

Dia berharap dengan beroperasinya ruas tol Jombang-Mojokerto ini dapat memacu pertumbuhan perekonomian Jombang dan Mojokerto, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Sebagai salah satu proyek strategis nasional dan bagian dari Tol Trans Jawa, ruas jalan tol ini diharapkan dapat menjadi jalur alternatif mengurai kepadatan lalu lintas di beberapa titik seperti di by pass Mojokerto (simpang empat Mertex hingga simpang lima Kenanten) dan pertigaan Mengkreng yang merupakan tempat pertemuan jalur dari tiga wilayah (Nganjuk, Kediri dan Jombang).

Presiden Joko Widodo mencanangkan proyek Tol Trans Jawa dapat dirampungkan dalam lima tahun. Tol Trans Jawa ini merupakan salah satu bagian dari pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 kilometer. Proyek Trans Jawa sepanjang lebih dari 640 kilometer ini direncanakan dapat menyambungkan Merak (Banten) hingga Banyuwangi (Jawa Timur).

Beberapa ruas dalam rangkaian pembangunan tol ini termasuk dalam Perpres No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Ditargetkan hingga akhir tahun 2019, Merak hingga Banyuwangi nantinya dapat tersambung dengan jalan tol.

Secara keseluruhan, ruas tol Jombang-Mojokerto memiliki 4 gerbang tol, yakni gerbang tol Jombang (Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur), gerbang tol Bandar (Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang), gerbang tol Mojokerto Barat (Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur) dan gerbang tol Mojokerto (Desa Penompo, Kecamatan Gedeg, Mojokerto). (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here