Citra Maja Raya, Kawasan Berkonsep TOD

669

TANGERANG– Proyek Citra Maja Raya yang dikembangkan pada 2014 lalu, telah menorehkan kabar manis. Ciputra group berhasil memasarkan sekitar 10 ribu unit rumah di kawasan itu, baik tipe real estate maupun rumah sederhana, termasuk memasarkan lebih 500 outlet ritel.

General Manager Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan proyeknya dapat diterima dengan baik di pasar properti. Salah satunya karena proyek ini muncul pada momentum yang tepat. “Kita tahu saat ini pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur bersamaan dengan rencana pengembangan kota baru publik Maja. Kota Maja bahkan menjadi salah satu dari 10 kota baru yang digagas dalam RPJMN 2015 hingga 2019. Jadi Citra Maja Raya menjadi aset properti yang tepat,” kata Yance dalam keterangan persnya, Kamis (10/8).

Dia menambahkan, di fase pertama, Maja hadir di saat yang tepat. Bahkan saat itu kondisi ekonomi juga sangat baik, begitu pula dengan industri properti, serta dukungan pemerintah. “Nah, Kami ketiban untungnya. Itulah yang dibilang momentum,” tambahnya.

Perlu diketahui, menurut master plan, Citra Maja Raya memiliki total pengembangan lahan seluas 2.000 hektar. Tahap pengembangan pertama mencakup 430 hektar dengan penjualan 7.000 unit rumah. Selanjutnya pada fase dua, seluas 300 hektar telah terjual sekitar 3.000 unit rumah.

Proyek ini dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD) yang menjadikan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi atau hub. Bahkan saat ini, lokasi Maja sudah terhubung dengan jalur ganda kereta api listrik. Waktu tempuh dari Stasiun Maja sampai ke pusat-pusat pertumbuhan baru relatif singkat. Salah satunya, kawasan Serpong dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dan Tanah Abang dapat ditempuh dalam waktu 90 menit. (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here