Wisuda XI, UMN Hasilkan Lulusan Berprestasi dan Berinovasi

405
SERPONG – Ratusan wajah ceria menghiasi acara Wisuda XI Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang digelar di hall Nusantara Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Sabtu (8/7) kemarin.
 
Acara wisuda bertemakan “Inovasi Sebagai Daya Saing Bangsa” tersebut bukan saja menghasilkan wisudawan berprestasi, namun juga lulusan yang memiliki jiwa inovasi mulai dari segi bisnis hingga teknologi berbasis informasi.
Presiden Direktur IBM Indonesia, Gunawan Susanto (kanan) dalam press conference WIsuda XI UMN
 
UMN menghasilkan lulusan seperti itu, salah satunya Vincentius Kuriawan. Wisudawan alumni Teknik informatika yang dalam skripsinya, mampu menciptakan inovasi berupa absensi karyawan dengan menggunakan face recognition yang diintegrasi juga dengan teknologi GPS melalui mobile application.
 
Selain itu, ada pula wisudawan terbaik dari program studi Manajemen UMN bernama Citra Giofany yang semasa kuliah jugasudah menerapkan berbagai inovasi kepemimpinan dan bisnis dalam kegiatan organisasi. dan atas prestasinya itu, Citra kini menjabat sebagai Product Manager PC Accessories Microsoft Indonesia.
 
Rektor UMN Ninok Leksono menggungkapkan rasa bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa UMN. Kami berkomitmen untuk selalu menghasilkan lulusan yang dapat menyerap inovasi baru dalam hal menyangkup semua aspek kehidupan di masyarakat. Khsusunya dalam hal menciptakan lapangan kerja baru, dan mengasilkan pengusaha muda berintegritas. Untuk mahasiswa yang punya m​i​nat bisnis, kami juga hadirkan inkubator bisnis Skystar Ventures yang memberi nilai tambah dalam memberikan bekal pelatihan bisnis yang kongkret, mendekati kondisi riil d​i​ dunia nyata,” ungkap Ninok saat konferensi pers, kemarin.


Sementara itu, Presiden Direktur termuda IBM Indonesia, Gunawan Susanto yang juga hadir memberikan kuliah umum di Wisuda XI UMN mengenai peran inovasi dan kreativitas dalam pengembangan bisnis di era globalisasi mengungkapkan, inovasi dan kemampuan dalam pengembangan teknologi harus dimulai dari kampus. “Sudah bukan zamannya lagi industri dan kampus berjalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi dari kedua belah pihak. Ke depannya, IBM pun membutuhkan kerja sama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” paparnya. (dem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here